Empat Kecamatan di landa Banjir akses Publik Lumpuh sebagian desa terisolasi.
Muratara, Sumselbicara.com - BPBD Kabupaten Musi Rawas Utara merilis laporan terbaru terkait perkembangan bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Musi Rawas Utara hingga Minggu 10/5/2026 pukul 20.00 WIB. Banjir yang terjadi sejak Kamis, 7 Mei 2026 tersebut dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Muratara dan menyebabkan meluapnya sejumlah sungai.
Berdasarkan data sementara dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB), banjir berdampak pada empat kecamatan, yakni Kecamatan Karang Jaya, Rupit, Karang Dapo, dan Rawas Ilir.
Di Kecamatan Karang Jaya, wilayah terdampak meliputi Desa Lubuk Kumbung, Muara Batang Empu, Rantau Telang, Tanjung Agung, Sukamenang, Kelurahan Karang Jaya, Muara Tiku, Terusan, Embacang, Embacang Baru, Embacang Baru Ilir, hingga Bukit Langkap.
Sementara di Kecamatan Rupit, banjir merendam Desa Tanjung Beringin, Noman, Noman Baru, Batu Gajah, Batu Gajah Baru, Maur Lama, Maur Baru, Bingin Rupit, Beringin Jaya, Kelurahan Muara Rupit, Lawang Agung, Lubuk Rumbai, dan Pantai.
Kecamatan Karang Dapo meliputi Desa Kerta Sari, Rantau Kadam, Karang Dapo, Kelurahan Karang Dapo, Biaro Lama, Biaro Baru, dan Aringin. Untuk Kecamatan Rawas Ilir, wilayah terdampak yakni Desa Mandi Angin, Kelurahan Bingin Teluk, Beringin Makmur I dan II, Tanjung Raja, Pauh I, Air Bening, Mekar Sari, hingga Belani.
BPBD mencatat sebanyak 14.167 unit rumah terendam banjir. Selain itu, terdapat 35 rumah hanyut atau rusak berat, 11 rumah rusak sedang, dan 101 rumah mengalami rusak ringan. Jumlah warga terdampak mencapai 14.167 Kepala Keluarga atau sekitar 54.266 jiwa.
Selain permukiman warga, banjir juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum. Empat jembatan gantung dilaporkan putus, yakni di Desa Tanjung Beringin, Terusan, Sukamenang, dan Noman. Sementara jembatan gantung di Desa Batu Gajah mengalami kerusakan sedang.
Tak hanya itu, sebanyak 10 unit Puskesmas Pembantu, 6 Polindes, puluhan sekolah, rumah ibadah, kolam, lahan persawahan, kebun masyarakat hingga perkantoran juga ikut terendam banjir. BPBD juga mencatat satu mushola hanyut serta 25 masjid terdampak genangan air.
Dalam musibah tersebut, satu korban jiwa dilaporkan meninggal dunia, yakni seorang balita bernama Shanum Aqila Fitri berusia 3 tahun.
BPBD Muratara bersama unsur lintas sektoral terus melakukan berbagai upaya penanganan darurat, mulai dari kaji cepat, pendataan korban, koordinasi lintas instansi, monitoring wilayah terdampak, evakuasi warga, hingga mendirikan dapur umum bagi masyarakat terdampak banjir.
Adapun kebutuhan mendesak saat ini meliputi perahu fiber, mesin perahu, velbed, pelampung, selimut, makanan siap saji, pakaian, serta bantuan perbaikan jembatan dan rumah warga yang rusak akibat banjir.
Tim gabungan yang terlibat dalam penanganan bencana terdiri dari BPBD Muratara, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, TNI, dan Polri.
Hingga saat ini kondisi banjir di Kecamatan Karang Jaya, Rupit, dan Karang Dapo dilaporkan mulai surut. Akses jalan lintas Rupit menuju Rawas Ilir juga sudah dapat dilalui hingga Desa Mandi Angin. Namun demikian, wilayah Kecamatan Rawas Ilir masih mengalami genangan banjir dan terus dipantau oleh petugas.
"BPBD Muratara mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan banjir susulan serta selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah dan petugas penanggulangan bencana.*Hanafia

Tidak ada komentar